Uni Tina dan Cerita Rabu

Minangkabau sangat terkenal dengan makanan tradisionalnya yang khas, dia ntaranya dendeng kering dan dendeng batokok. Banyak orang bisa membuat jenis makanan yang satu ini, namun tidak semuanya menjadikan bisnis keluarga seperti yang dilakukan oleh Hj. Rostina yang telah berusia 75 tahun. Beliau adalah penjual dendeng kering yang cukup terkenal di Padangpanjang dan merupakan satu-satunya produsen dendeng rabu di Padangpanjang. Dendeng rabu merupakan dendeng yang dibuat dari paru-paru sapi. Di Minangkabau, paru disebut juga dengan rabu.

Ibu Hj. Rostina (Uni Tina)Ibu Hj. Rostina (Uni Tina) Lagi

NASKAH : Marlena Si Padendang dari Naskah Tiga Perempuan ( Via Suswati )

Marlena si Padendang merupakan naskah teater karya Via Suswati. Pada beberapa waktu lalu sudah dipentaskan di beberapa kota di Indonesia. Dan bulan ini juga dipentaskan di Goethe Institute, Jakarta. Namun, beberapa bulan kemaren saya mengadopsi naskah teater ini ke dalam naskah film,, hanya saja belum sempat di produksi. Well…rencananya siiy ada…cm masih sibuk aja dengan beberapa urusan. Doain aja keinginan ini bisa terwujud nantinya. Hehehehe…Cayooo….

Pementasan Tiga Perempuan - Judul Teater Marlena si Padendang

Lagi

KONSEP PENGARAHAN ACARA DALAM PRODUKSI VARIETY SHOW

Pengarah Acara (P.A) merupakan salah satu profesi yang cukup menjadi perhatian dalam dunia Penyiaran Televisi. Karena sebuah produksi acara televisi tidak akan berjalan mulus apabila tidak mempunyai seorang pengarah acara. Terlebih jika dalam sebuah produksi variety show yang sangat komplit dengan beberapa program acara yang diusungnya.

 

Dokumentasi Produksi "Bingkai Tradisi" - 2010

Seorang pengarah acara menjadi penentu arah produksi yang sedang ditangani, atau dengan kata lain pengarah acara sebagai komandan produksi acara televisi. Dengan predikat tersebut, seorang pengarah acara seharusnya memiliki kompetisi atau kriteria yang menjadikannya memang patut untuk menjadi leader sebuah produksi, yaitu sebagai berikut : Lagi

“PERAN INDIVIDU SEBAGAI SDM KREATIF DALAM PRODUKSI PROGRAM TELEVISI”

Produksi Televisi Sebagai Proses Kreatif

Produksi televisi adalah proses kreatif yang kompleks. Dimana orang dan peralatan berinteraksi sedemikian rupa. Dan sudah menjadi sifat televisi, memerlukan sumber daya manusia yang kreatif untuk mengekspresikan suatu gagasan atau pesan dengan cara kerjasama tim kerabat kerja dan pengoperasian peralatan yang rumit untuk menghasilkan acara dalam memenuhi tuntutan khalayak.

Rapat produksi pada "Bingkai Tradisi"

Menyelenggarakan siaran televisi pada hakekatnya adalah berkomunikasi menggunakan media televisi. Sedangkan komunikasi yang efektif optimal Lagi

SEMIOTIKA : Pada Iklan

Ini tugas semiotika saya pada ujian semiotika semester V kemaren. Saya Share untuk berbagi dengan kawan-kawan. Sunber nya pada waktu itu lumayan banyak, saya lupa mencatatnya ;)

selamat mengapresiasi ;)

PENDAHULUAN

Masalah periklanan tampaknya tetap menyimpan misteri, mistik dan kontradiktif. Tidak sedikit orang percaya bahwa iklan memiliki kekuatan luar biasa, melalui sebuah mekanisme yang disebut subliminal (bawah sadar). Untuk memaksimalkan efektivitas iklan, pihak pengiklan berlomba-lomba untuk mengembangkan gaya yang unik, namun kreativitas tidak akan cukup tanpa didasari oleh informasi yang tepat tentang keadaan lingkungan sosial budaya di mana iklan itu akan disebarluaskan. Tidak sedikit iklan dengan budget besar gagal karena kreativitas yang salah, isi pesan ternyata berbenturan kondisi penerimanya.

 

Keberhasilan dari suatu perekonomian secara nasional banyak ditentukan oleh kegiatan-kegiatan Lagi

RANCANGAN PRODUKSI-variety show :Bingkai Tradisi

Beberapa waktu lalu saya produksi Variety Show pada ujian semester v. Dan pada saat itu rancangan produksi saya yang terpilih. jadi saya mencoba berbagi rancangan produksi ini kepada teman-teman. Dan rancangan produksi ini telah diproduksi. Berikut rancangan produksi nya:

Rapat pertama produksi ini

RANCANGAN PRODUKSI

Judul                     : BINGKAI TRADISI

Format                 : Tape For Editing

Durasi                   : 44 menit

LATAR BELAKANG

Sanggar seni yang berkembang di Padangpanjang saat ini tidaklah banyak. Salah satu yang masih bertahan sampai saat ini adalah sanggar Alang Bangkeh yang terletak di Silaing Bawah Padangpanjang semenjak tahun 1996. Sanggar yang dikelola oleh seorang guru kesenian sebuah sekolah menengah tingkat pertama di Padangpanjang ini tetap diminati oleh pelajar dan mahasiswa di Padangpanjang. Walaupun banyak alternatif komunitas anak muda yang berkembang, namun anggota sanggar yang dikelola secara kekeluargaan ini tetap eksis mempelajari randai, tari dan kebudayaan Minangkabau. Lagi

NASKAH FILM : CINDUA MATO

NASKAH FILM “ CINDUA MATO “

Oleh : Gusnita Linda

Disadur dari naskah randai “Cindua Mato” karya Herawati S.Kar, M.Pd

Padangpanjang , 31 Oktober 2009

UNTUK KARYA INOVASI RANDAI “CINDUA MATO”

OLEH : REMY JULIANT FERNANDEZ

CINDUA MATO

SINOPSIS

Kisah Cindua Mato merupakan salah satu kisah hikayat lama yang disadur dari Tambo alam Minangkabau. Adapun Cindua Mato merupakan anak dari Kambang Bandahari yang merupakan dayang-dayang dari Bundo Kanduang (Raja Pagaruyung ). Namun dalam kehidupan sehari-hari, Cindua Mato mendapat tempat yang sama dihati Bundo Kanduang, seperti kepada anaknya sendiri, Dang Tuanku.  Mereka dilahirkan pada saat yang bersamaan, namun beranjak besar, Cindua Mato lebih tangkas dalam strategi perang dan lebih bijaksana dibanding Dang Tuanku.

Pada film ini, bercerita mengenai Cindua Mato mengatur siasat untuk menculik Puti Bungsu (tunangan Dang Tuanku sejak kecil) yang  akan dinikahkan dengan Imbang Jayo ( raja licik yang telah memfitnah Dang Tuanku dan berhasil memperdaya ayah Puti Bungsu dengan harta benda ).

Cindua Mato berhasil membawa Puti Bungsu kembali ke Pagaruyuang. Namun, hal tersebut membuat marah Imbang Jayo dan  menyerang Pagaruyung untuk mendapatkan kembali Puti Bungsu.

Namun malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Imbang Jayo kalah oleh kehebatan silat  Cindua Mato.

Cindua Mato, Linduang Bulan dan Puti Bungsu pada produksi ini

Lagi

APRIL MOP :Gak lagi-lagi dech…

April Mop
Oleh Linda Gusnita | Pada Jumat, 9 April 2010
* * *

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 31 Maret 2010, aku sedang asyik ber-internet ria. Sudah satu bulan lebih modemku tidak dapat beroperasi lagi karena kartunya hilang di Padang oleh teman kos ku yang meminjam modem selama liburan kemarin. Saking senangnya, sampai tengah malam aku masih asyik melihat-lihat akun facebook-ku dan membaca beberapa artikel online. Teman sekamar ku sudah tidur dengan pulasnya. Ketika aku melihat  handphone, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Aku pun kembali melanjutkan membaca dan browsing.

Dari kanan ke kiri: Remy, Abrar, Rani dan Martha Dari kanan ke kiri: Remy, Abrar, Rani dan Martha 

Tak berapa lama kemudian ada bunyi “meong…meong….meooonggg…”. Bunyi meong itu berasal dari handphone-ku pertanda ada pesan singkat (SMS) yang masuk. Dengan heran aku melihat dari siapa SMS tersebut, ternyata seorang teman di kampus, tetapi kali ini SMS-nya beda. Dia menyatakan rasa cinta kepadaku dengan kalimat yang sangat gombal dan membual. Begini bunyi SMS tersebut, Lagi

SINEMA IRAN : Video dan Gender

Setelah menyaksikan beberapa karya dari Massroom Project karya Forum Lenteng, kami menonton Ten yang menggunakan kesadaran medium video besutan Abbas Kiarostami. Sehari sebelumnya, saya dan kawan-kawan Sarueh dipandu oleh ciuniang Otty dan Kikie Pea, kami belajar membongkar filem The Wind Will Carry Us.

ten-wind-ok

Filem Ten membuat saya bertanya; “siapa sih Abbas Kiarostami ini?”. Saya tanya sama om Wiki (www.wikipedia.org), ternyata bapak yang satu ini adalah orang hebat di filem dunia. Sebelumnya saya tidak pernah tahu. Dan ternyata kawan-kawan di Padangpanjang belum akrab dengan filem Iran. Hanya menonton Barran waktu SMA, sebagai tontonan film Iran yang saya lihat. Selama ini saya tidak pernah ngeh dengan sutradara dan segala tetek bengek filem. Waktu itu saya hanya suka sekali dengan cara bertutur filem Barran. Saya dan teman-teman sudah berada di dunia audio visual, tetapi tetap saja kami masih minim referensi filem-filem bermutu. Ketika saya googling, duh…ternyata banyak sekali filem-filem Iran yang tidak kalah bersaing dengan filem-filem Hollywood. Lagi

BONROJO #1 :Pemutaran Kompilasi Video Akumassa di Komunitas Matakaca

Perkenalan pertamaku dengan kawan-kawan dari komunitas Matakaca berawal dari situs jejaring sosial, facebook. Entah siapa yang meng-add terlebih dahulu, yang jelas setiap bertemu online dengan Joko Narimo, pembicaraan kita selalu mengenai perkembangan film komunitas di kota masing-masing. Obrolan berlanjut ketika kawan-kawan akumassa mempunyai rencana pertemuan jaringan Forum Lenteng (Project akumassa) dengan Kampung Halaman (Project Video Diary) di Cirebon pada Februari ini. Dan karena aku juga berencana mampir ke Kota Jogja, Joko menawarkan untuk main ke Solo sekaligus untuk pemutaran karya. Saat itu aku baru tahu ternyata Joko Narimo merupakan aktivis komunitas film di Surakarta, Solo. Ia adalah manajer program untuk Komunitas Matakaca yang merupakan salah satu jaringan komunitas sinema di Solo. Aku dan kawan-kawan di Komunitas Sarueh menyambut baik tawaran Joko untuk mengadakan pemutaran di sana, yang dilaksanakan pada 14 Februari 2010.

Perjalanan ke Solo dengan Kereta Prameks yang tak lebih dari satu jam dari Jogja itu membawa aku dan Fadly Capaik, temanku yang juga merupakan anggota Komunitas sarueh, sampai di Stasiun Purwosari pukul 15.00 WIB. Sebelumnya aku sempat ditilang karena teman yang mengantarkanku ke Stasiun Lempuyangan menerobos lampu merah, untungnya urusan tilang-menilang itu tidak memakan waktu lama.

Pintu masuk ke Bonrojo di Jalan Slamet Riyadi dengan jalur kereta api yang sesekali masih difungsikanPintu masuk ke Bonrojo di Jalan Slamet Riyadi dengan jalur kereta api yang sesekali masih difungsikan Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.