Anak-Anak Merupakan Konsum-Teroris

Iklan merupakan proses penyampaian pesan dari komunikan kepada komunikator dengan tujuan mempengaruhi komunikator untuk membeli produk yang diiklankan tersebut. Proses ini sudah terjadi sejak jaman manusia masih dalam proses food gathering ( mengumpulkan makanan ) atau sejak jaman Neolithikum ( batu muda ). Proses penyampaian pesan (iklan) kemudian mengalami fase-fase perkembangan sesuai dengan zaman nya dan sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini tidak luput dari perkembangan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat. Pada akhirnya di abad ke – 21 ini fase perkembangan periklanan sudah semakin komplit dan semakin menggebu-gebu untuk memasarkan produknya. Alhasil kita hampir setiap hari, setiap tempat, dan setiap saat selalu diberondong oleh bujukan dan rayuan peng-iklan ( pihak yang mengiklankan/ komunikan ) untuk membeli produk yang diiklankan tersebut.

 

Perkembangan periklanan pun berkembang sampai kepada pertumbuhan beberapa cabang ilmu yang berkaitan dengan iklan. Seperti misalnya cabang ilmu marketing yang mendalami mengenai pemasaran dengan menjadikan iklan sebagai salah satu bagian penting didalam memasarkan produk. Kemudian cabang ilmu semiotika yang mempelajari mengenai bahasa tanda dan penanda yang kebanyakan juga terdapat di dalam iklan. Keterbatasan kalimat, bahasa, warna dan waktu yang dimiliki oleh iklan menumbuhkan kreativitas pengiklan untuk mencari celah kreatif agar iklan dapat diterima dan melekat dibenak penerima iklan sehingga produknya laku dipasaran. Hal tersebutlah yang dipelajari dalam kajian ilmu semiotika. Lalu cabang ilmu yang tidak kalah pentingnya adalah broadcasting, dimana broadcast merupakan salah satu ilmu yang mempelajari cara pembuatan iklan disamping desain grafis, animasi dan advertising. Tak lupa juga perkembangan iklan membuat ilmu psikologi kemudian mempelajari proses-proses dan gejala kejiwaan yang berhubungan dengan langkah-langkah persuasif yang dimiliki oleh iklan. Lagi

Akan senang jika banyak bertebaran Lala-Lala di bumi Minangkabau ini

Lili VS Lala

 

Lili habiskan waktu setiap hari

untuk membentuk tubuhnya

Lala habiskan waktu yang dia punya

Untuk memperkaya jiwanya

 

Lili sibuk permak wajah sana sini

Menyulap diri seperti barbie

Lala sibuk mengolah kegelisahannya

Bersyukur dengan apa yang dia punya

 

Lili pantang untuk menginjak tanah

Jadi hitam kotor dan berkeringat

Lala terbang bebas kemana dia suka

Berteman dengan dunia

 

Lili letih karna s’lalu jaga wibawa

terperangkap labelitas

Lala membuka luas-luas hatinya

Menyapa semua manusia

 

Lili jadi gamang tak terkendali

Menipu hati tak tahu yang dicari

Lala s’lalu wajar dan jadi membumi

Temukan rumah jiwanya

****

Ini merupakan lirik lagu yang berjudul Lili VS Lala yang dinyanyikan oleh Oppie Andaresta yang berdarah Minangkabau. Lirik lagu ini sangat dalam maknanya bagi diri saya pribadi, mungkin bagi teman-teman yang lainnya. Bagaimana seorang Lili menjadi gamang terhadap jati dirinya yang entah, kemudian Lala yang selalu memperkaya jiwanya.  Saya tidak akan menghakimi bahwa Lili tidak benar dan juga tidak akan mengatakan bahwa Lala itu pilihan tepat bagi kaum perempuan. Bagaimanapun juga pilihan hidup tergantung personal masing-masing, mau memilih Lili atau Lala, bahkan  dua-duanya. Lagi

Televisi dan Lapangan Kerja

Jika televisi diibaratkan dengan sebuah lahan gembur untuk bercocok tanam, dimana ada petani yang bekerja untuk menanam dan merawat sawah sampai menghasilkan sebuah produk berupa beras atau hasil tanam lainnya. Dan kemudian hasil tanam ini dipasarkan ke distributor atau langsung dan kepada pembeli di sebuah tempat bernama pasar, dimana transaksi jual beli berlangsung. Di pasar terdapat banyak konsumen yang telah menunggu hasil panen dari petani dan kemudian banyak pembeli yang memanfaatkan barang yang ditawarkan untuk berbagai keperluannya. Lagi

KEPAK SAYAP ALANG BANGKEH DAN SABAI NAN ALUIH

Sanggar seni yang berkembang di Padangpanjang saat ini tidaklah banyak. Salah satu yang masih bertahan sampai saat ini adalah sanggar Alang Bangkeh yang terletak di Silaing Bawah Padangpanjang semenjak tahun 1996. Sanggar yang dikelola oleh seorang guru kesenian sebuah sekolah menengah tingkat pertama di Padangpanjang ini tetap diminati oleh pelajar dan mahasiswa di Padangpanjang. Walaupun banyak alternatif komunitas anak muda yang berkembang, namun anggota sanggar yang dikelola secara kekeluargaan ini tetap eksis mempelajari randai, tari, musik dan kebudayaan Minangkabau. Lagi

Tema Perempuan dalam Film Indie Sumatera Barat

Istilah Indie adalah kependekan dari independent. Indie dapat berarti ‘bebas’, ‘merdeka’ atau ‘berdiri sendiri’. Sehingga komunitas film indie ini dapat bergerak dengan kreatif. Guna menghilangkan patokan-patokan ideal dalam penciptaan film, kreator film indie perlu membebaskan ide. Keluar dari batasan-batasan perfilman yang umum. Demikian pernyataan Pengamat Film Indie dan Industri Kreatif Gustav Hariman Iskandar dalam diskusi film pendek beberapa waktu lalu.

Sumatera barat saat ini menjadi semarak dengan hadirnya komunitas-komunitas film indipenden (yang disingkat menjadi indie) semenjak begitu gencarnya roadshow film dokumenter yang singgah di kota Padang dan sekitarnya. Komunitas-komunitas itu hadir melalui kesadaran akan pentingnya media audiovisual sebagai saluran untuk menyampaikan ide dan gagasan.

Sejak tahun 2005 beberapa anak muda di Sumatera Barat mulai membentuk komunitas film indie. Lagi

3 IDIOTS dalam kacamata saya

Banyak film yang menceritakan kisah sukses kehidupan seseorang. Tentunya dengan kerja keras sampai akhirnya menemukan titik balik kehidupan yang bahagia dan sukses.

Namun berbeda dengan film yang satu ini, meskipun film ini juga bercerita mengenai kisah sukses hidup seseorang, tetapi memakai pendekatan kritis terhadap dunia pendidikan. Pada awal menonton film ini, kita seperti digiring pada sesuatu berita yang penting sekali. Seseorang di dalam pesawat mendapat telefon dari seseorang dan seketika jatuh pingsan. Akhirnya pesawatpun dihentikan dan kembali mendarat karena alasan keselamatan jiwa penumpang. Sesampai di bandara, Farhan yang dibintangi oleh R. Madhavan terjaga dan berlari meninggalkan bandara. Kekonyolan ini berlangsung sampai Farhan menjemput temannnya Raju yang dibintangi oleh Sharman Joshi. Farhan dan Raju menemui Chatur yang dibintangi oleh Omy Vadya di kampus mereka dulu. Pencarian seorang sahabat mereka dimulai dari sini. Seorang sahabat yang sangat penting sekali yang bernama Rancho – Ranchoddas Shamaldas Chanchad. Rancho dibintangi oleh Amir Khan, artis senior India yang juga merupakan sutradara dan produser terkenal Bollywood. Lagi

Tan Malaka di Situs Jejaring Sosial Facebook

 

Melalui http://terselubung.blogspot.com/2010/11/20-negara-pengakses-facebook-terbesar.html mengatakan bahwa ‘Facebook’ Situs jejaring pertemanan yang telah menembus 500 juta pengguna, hasil ini diumumkan Facebook per Juli 2010.

Berdasarkan data yang dikeluarkan situs Royal Pingdom, Amerika Serikat merupakan negara yang menduduki peringkat pertama pengakses terbesar situs yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini.

Amerika menyedot sekitar 24 persen yaitu sekitar 130 juta pengguna pengguna aktif Facebook, disusul oleh Inggris, Indonesia dan Italia. Di inggris terdapat sekitar 28 juta pengguna Facebook. Indonesia dan Italia memiliki jumlah pengguna yang sama yaitu sekitar 26 juta.

Indonesia menduduki peringkat ketiga dan merupakan satu-satunya negara di Asia yang masuk dalam 10 besar pengakses Facebook. Sedangkan Malaysia, Filipina, Taiwan,dan Thailand berada jauh dibawah urutan sepuluh besar pengakses Facebook di dunia. Lagi

RUANG JANTAN

Beberapa waktu lalu di kelas mata kuliah Seminar mahasiswa Jurusan Televisi ISI Padangpanjang yang digelar pada hari Rabu, Tanggal  November 2010 lalu, sebuah rancangan proposal karya Dokumenter oleh Setio Romi yang berjudul “Ruang Jantan” cukup menarik perhatian saya. Ruang Jantan yang dimaksud Setio Romi disini adalah Ruang kolektif yang dimiliki oleh laki-laki Minangkabau. Ruang kolektif yang tercipta sebagai bentuk dari sistem kekerabatan Matrilinial dimana hak rumah gadang jatuh ketangan perempuan dan anak laki-laki setelah akhil balig sampai sebelum menikah menurut kebiasaannya pada waktu itu harus tinggal di surau serta rumah patandangan. Surau sebagaimana kita ketahui merupakan tempat beribadah umat Islam yang sering dikatakan juga sebagai tempat sekolah masyarakat Minangkabau ketika itu ( sebelum ada sekolah formal ) dan selanjutnya juga sebagai basis perjuangan melawan penjajah. Sedangkan untuk rumah patandangan sendiri merupakan istilah baru yang saya ketahui dihari itu. Menurut teman saya ini, rumah patandangan merupakan rumah kosong, dimana penghuninya pergi merantau, kemudian rumah ini dijadikan oleh pemuda sebagai tempat berkumpul selain di Surau dan Lapau yang selanjutnya kemudian menjadi tempat tinggal untuk menggantikan Surau yang sudah berubah fungsi sebagai tempat ibadah ketika Islam masuk ke Indonesia. Ketertarikan saya ini berlanjut dengan mencari beberapa refrensi dan kemudian saya lanjutkan berdiskusi melalui media online dengan seorang teman di kota Kembang yang  mempunyai pengetahuan dan ketertarikan yang besar terhadap Minangkabau yang juga merupakan kampungnya sendiri. Teman saya ini juga seorang penyair, penulis dan editor. Berikut saya coba paparkan kembali diskusi kami mengenai Ruang Jantan yang diantaranya Surau, Rumah Patandangan dan Lapau, hal ini menjadi melebar kewilayah perempuan dan posisinya di Minangkabau dalam hal menerima transfer ilmu ketika itu ( sebelum Islam masuk dan sebelum ada sekolah ). Lagi

SINETRON (SINEMA ELEKTRONIK )

Sejarah Sinetron

(Di sadur dari beberapa sumber). Dalam bahasa Inggris, sinetron berarti soap opera alias opera sabun. Cikal bakalnya adalah siaran drama berseri di radio- radio Amerika pada sekitar tahun 1930-an. Para pendengar radio yang kebanyakan ibu- ibu rumah tangga, biasa mendengarkan drama berseri itu sembari membersihkan rumah. Peluang ini ditangkap oleh para pemasang iklan di radio untuk mempromosikan produk perusahaan mereka berupa deterjen dan produk- produk pembersih di sela- sela siaran drama berseri.  Selanjutnya, ketika  era radio berganti menjadi televisi pada tahun 1950, siaran drama berseri ini dilanjutkan ke televisi namun nama ‘opera sabun’ tetap terpakai.

Di Indonesia, istilah sinetron pertama kali dicetuskan oleh Bapak Soemardjono, salah satu pendiri Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tak banyak yang mengetahui jika sinetron adalah kepanjangan dari Sinema Elektronik.  Disebut demikian, sebab sinetron adalah sebuah tayangan sinema (film) berseri yang ditonton melalui media elektronik (baca : TV).  Sinetron berbeda dengan film. Sinetron adalah sebuah tayangan berseri yang dibuat (bisa) sampai berpuluh- puluh episode sementara Film adalah sebuah tayangan lepas serta berdurasi pendek. Lagi

Uni Tina dan Cerita Rabu

Minangkabau sangat terkenal dengan makanan tradisionalnya yang khas, dia ntaranya dendeng kering dan dendeng batokok. Banyak orang bisa membuat jenis makanan yang satu ini, namun tidak semuanya menjadikan bisnis keluarga seperti yang dilakukan oleh Hj. Rostina yang telah berusia 75 tahun. Beliau adalah penjual dendeng kering yang cukup terkenal di Padangpanjang dan merupakan satu-satunya produsen dendeng rabu di Padangpanjang. Dendeng rabu merupakan dendeng yang dibuat dari paru-paru sapi. Di Minangkabau, paru disebut juga dengan rabu.

Ibu Hj. Rostina (Uni Tina)Ibu Hj. Rostina (Uni Tina) Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.