APRIL MOP :Gak lagi-lagi dech…

April Mop
Oleh Linda Gusnita | Pada Jumat, 9 April 2010
* * *

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 31 Maret 2010, aku sedang asyik ber-internet ria. Sudah satu bulan lebih modemku tidak dapat beroperasi lagi karena kartunya hilang di Padang oleh teman kos ku yang meminjam modem selama liburan kemarin. Saking senangnya, sampai tengah malam aku masih asyik melihat-lihat akun facebook-ku dan membaca beberapa artikel online. Teman sekamar ku sudah tidur dengan pulasnya. Ketika aku melihat  handphone, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Aku pun kembali melanjutkan membaca dan browsing.

Dari kanan ke kiri: Remy, Abrar, Rani dan Martha Dari kanan ke kiri: Remy, Abrar, Rani dan Martha 

Tak berapa lama kemudian ada bunyi “meong…meong….meooonggg…”. Bunyi meong itu berasal dari handphone-ku pertanda ada pesan singkat (SMS) yang masuk. Dengan heran aku melihat dari siapa SMS tersebut, ternyata seorang teman di kampus, tetapi kali ini SMS-nya beda. Dia menyatakan rasa cinta kepadaku dengan kalimat yang sangat gombal dan membual. Begini bunyi SMS tersebut, Lagi

BONROJO #1 :Pemutaran Kompilasi Video Akumassa di Komunitas Matakaca

Perkenalan pertamaku dengan kawan-kawan dari komunitas Matakaca berawal dari situs jejaring sosial, facebook. Entah siapa yang meng-add terlebih dahulu, yang jelas setiap bertemu online dengan Joko Narimo, pembicaraan kita selalu mengenai perkembangan film komunitas di kota masing-masing. Obrolan berlanjut ketika kawan-kawan akumassa mempunyai rencana pertemuan jaringan Forum Lenteng (Project akumassa) dengan Kampung Halaman (Project Video Diary) di Cirebon pada Februari ini. Dan karena aku juga berencana mampir ke Kota Jogja, Joko menawarkan untuk main ke Solo sekaligus untuk pemutaran karya. Saat itu aku baru tahu ternyata Joko Narimo merupakan aktivis komunitas film di Surakarta, Solo. Ia adalah manajer program untuk Komunitas Matakaca yang merupakan salah satu jaringan komunitas sinema di Solo. Aku dan kawan-kawan di Komunitas Sarueh menyambut baik tawaran Joko untuk mengadakan pemutaran di sana, yang dilaksanakan pada 14 Februari 2010.

Perjalanan ke Solo dengan Kereta Prameks yang tak lebih dari satu jam dari Jogja itu membawa aku dan Fadly Capaik, temanku yang juga merupakan anggota Komunitas sarueh, sampai di Stasiun Purwosari pukul 15.00 WIB. Sebelumnya aku sempat ditilang karena teman yang mengantarkanku ke Stasiun Lempuyangan menerobos lampu merah, untungnya urusan tilang-menilang itu tidak memakan waktu lama.

Pintu masuk ke Bonrojo di Jalan Slamet Riyadi dengan jalur kereta api yang sesekali masih difungsikanPintu masuk ke Bonrojo di Jalan Slamet Riyadi dengan jalur kereta api yang sesekali masih difungsikan Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.