KONSEP PENGARAHAN ACARA DALAM PRODUKSI VARIETY SHOW

Pengarah Acara (P.A) merupakan salah satu profesi yang cukup menjadi perhatian dalam dunia Penyiaran Televisi. Karena sebuah produksi acara televisi tidak akan berjalan mulus apabila tidak mempunyai seorang pengarah acara. Terlebih jika dalam sebuah produksi variety show yang sangat komplit dengan beberapa program acara yang diusungnya.

 

Dokumentasi Produksi "Bingkai Tradisi" - 2010

Seorang pengarah acara menjadi penentu arah produksi yang sedang ditangani, atau dengan kata lain pengarah acara sebagai komandan produksi acara televisi. Dengan predikat tersebut, seorang pengarah acara seharusnya memiliki kompetisi atau kriteria yang menjadikannya memang patut untuk menjadi leader sebuah produksi, yaitu sebagai berikut :

•Memiliki pengetahuan yang cukup tentang perencanaan dan produksi acara televisi
•Memiliki wawasan yang luas (sehingga memiliki kemampuan konseptual)
• Mampu menterjemahkan naskah kedalam bentuk visual

• Memahami Philosofis Gambar / Visual
• Memahami Grammer of Edit
• Berjiwa seni (pekerja televisi adalah perpaduan antara pekerja teknis dan artistik)
• Mampu berkomunikasi dengan kelompok produksi (tentunya sesuai kaidah-kaidah pertelevisian)
• Memiliki ketegasan
• Memiliki Komitment yang jelas

Seorang pengarah acara pada sebuah produksi yang kecil akan sekaligus menjadi seorang produser yang bertugas untuk memutuskan gagasan dan konsep produksi yang akan dipakai untuk produksi acara televisi. Konsep acara yang akan diproduksi dimulai dari menentukan gagasan ide yang akan diproduksi. Bisa dirincikan kegiatan awal yang dilakukan untuk membuat konsep produksi adalah sebagai berikut :

Menghimpun dan meneliti gagasan

Pendekatan yang dipakai untuk membangun kesatuan acara

Pendekatan membangun pesan acara ( pendekatan isian dan pendekatan pengaruh sebab akibat )

Menyusun usulan acara

Merencanakan biaya

Sebuah produksi dimulai dari ide atau gagasan program acara yang akan diproduksi. Ide tersebut bisa datang dari siapa saja dan kapan saja, tetapi yang pasti ide atau gagasan yang diambil adalah telah melalui beberapa proses seperti berikut :

ü  Apakah gagasan itu menarik

Jika menarik, mengapa? Jika tidak menarik, mengapa?

ü  Seberapa jauh kekuatan (kemampuan) gagasan ini

Apakah gagasan ini benar-benar dianggap bernilai?

ü  Bila gagasan ini dikembangkan menjadi acara, manfaat apa yang didapatkan oleh pemirsa?

ü  Apa alasan-alasan untuk menyajikan gagasan ini, apa sasarannya?

ü  Bila gagasan ini dijadikan acara, apa masalah-masalah produksi yang harus dipertimbangkan

Seperti halnya kegiatan produksi dan penyajian acara merupakan suatu proses yang terkait (tidak bisa terputus). Dalam produksi variety show,  berbagai  item dan kegiatan akan menunjang keberhasilan produksi. Tetapi pada tahap ini setelah gagasan didapatkan, berikut yang harus dilakukan :

ü  Siapa orang-orang yang diperlukan ( kerabat kerja, narasumber,ahli, pengisi acara )

ü  Membagi pembagian kerja berdasarkan spesifikasi wilayah kerja masing-masing ( pembagian kerja pada variety show akan lebih komplit dibandingkan kerabat kerja pada produksi biasa, karena pada acara variety show terdapat minimal tiga item format acara. Hal ini menjadikan seorang pengarah acara harus detail dalam membagi kerabat kerja dan jobdiscriptionnya masing-masing ).

Setelah pembagian kerja dilakukan, tentunya gagasan ide produksi telah terlebih dahulu dipahami oleh kerabat kerja yang ada. Seorang pengarah acara variety show harus bisa memberikan suport dan motivasi kepada kerabat kerja. Dan pada tahap perumusan konsep acara, seorang pengarah acara harus menanamkan tujuan acara ini diproduksi, dan mengapa acara ini dibuat, serta pesan yang ingin disampaikan seperti apa dan khalayak yang menontonnya(sasaran penonton) sudah direncanakan pada tahap ini.

Seorang pengarah acara variety show harus bisa memimpin kerabat kerja didalam menentukan konsep acara yang terdiri dari :

Judul acara (seri )

Tujuan acara (pesan-proses)

Khalayak sasaran

Isian acara keseluruhan/ rincian item acara (segment per segment )

Kerangka acara (treatment )

Saluran dan penyiaran ideal

Biaya produksi

Jadwal produksi

TUGAS DAN PERAN PENGARAH ACARA DALAM TAHAP-TAHAP PRODUKSI

Menyandang predikat Pengarah Acara memiliki konsekuensi logis yang harus dipertanggung jawabkan, bukan hanya puas dengan predikat semata, apa lagi numpang ngetop saja. Seorang pengarah acara akan bekerja sebelum orang lain bekerja dan belum selesai kerja meskipun orang lain sudah selesai bekerja, karena dari empat tahapan produksi acara televisi, pengarah acara selalu terlibat didalamnya.

Empat Tahapan Produksi Acara Televisi / Prosedur kerja ( standar operation procedure )  itu meliputi
1. Pre Production Planning

1). Pengembangan konsep

2). Menetapkan tujuan dan pendekatan produksi

3). Penulisan nasakah

4). Planning meeting dan semua anggota inti ( membicarakan project proposal )
2. Setup dan Rehearsal

Setup/ persiapan produksi:

1). Penataan dekorasi (artistik)

2). Penataan cahaya

3). Penataan suara

4). Penataan video tape dan film playback (caption, kredit title, iklan, bumper, feature, berita)

Rehearsal/ latihan :

1). Dry rehearsal proses

2). Camera blocking

3). Run trough

4). Dress rehearsal

3. Production

Siaran berlangsung sesuai dengan program siaran yang dipilih, diantaranya:

1). Live on tape

2). Recording in segment

3). Single camera and single VTR

4). Multiple camera  and  Multiple VTR
4. Post Production

1). Menghentikan kegiatan di studio rekaman

2). Editing video

3). Memperbaiki kualitas audio

4). Evaluasi program bersama dengan sample khalayak

Prosedur kerja pada saat pelaksanaan produksi tidak bersifat kaku, mengingat bahwa pelaksanaan produksi  kompleksitasnya tidak sama. Sehingga empat tahapan diatas tidak semuanya dilalui, disebabkan produksi dapat dilaksanakan dengan produksi rekaman atau produksi siaran langsung. Pada produksi rekaman tentu saja semua tahap produksi dilakukan, sebaliknya pada produksi siaran langsung ada tahapan yang tidak diperlukan, yaitu tahapan post production.

Konsep Pengarah Acara pada saat Pre Production lah yang akan menjadi dasar acuan kerabat kerja dalam melaksanakan produksi. Jadi dengan kata lain, Seorang Pengarah Acara harus sudah mempunyai bayangan acaranya akan menjadi seperti apa / bagaimana sebelum acara itu diproduksi.

Dengan adanya tahapan kegiatan produksi, semua anggota kerabat kerja produksi akan melakukan aktivitas disetiap tahapan yang berbeda,sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Dan seperti yang telah disebutkan diatas, untuk produksi kecil, peran produser dipegang oleh pengarah acara. Hal ini bisa dilihat dibawah ini :

1. Tahap Pra Produksi

1). Mengembangkan konsep gagasan

2). Membuat rencana biaya produksi

3). Menentukan kerabat kerja dan jobdiscription

4). Mengadakan pembicaraan dengan penulis naskah

5). Memimpin dan mengkordinasi seluruh rencana produksi

6). Mengikuti dan mencatat hasil pertemuan perencanaan produksi

7). Melakukan pendekatan produksi

8). Bekerjasama dengan penulis naskah jika ada pengembangan naskah

9). Menentukan talent

10). Mendiskusikan hasil pendekatan produksi (tekhnik dan artistik ) dengan kerabat kerja produksi.

11). Merencanakan peralatan tambahan (pemanfaatan efek khusus ) dengan technical director.

12). Merencanakan bentuk pengambilan gambar dan gerakan kamera dalam bentuk recording plan.

13). Memimpin kerabat kerja dalam mempersiapkan bahan-bahan materi untuk produksi

14). Mengevaluasi semua kebutuhan materi acara

2. Tahap Setup dan Rehearsal

1). Memimpin pertemuan produksi dan latihan dengan dibantu Floor Director

2). Mengarahkan dan melatih pengisi acara

3). Mengarahkan dan melatih pengambilan gambar ( camera blocking )

4). Mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi kedalam suatu tontonan yang terkendali.

3. Produksi

1). Memimpin rangkaian kegiatan dibantu Floor Director

2). Melakukan kordinasi dengan stasiun penyiaran untuk promo on air

4. Pasca Produksi

1). Sebelum pelaksanaan editing, terlebih dahulu melakukan editing image

2). Memimpin pelaksanaan penyuntingan

3). Menentukan pemakaian ilustrasi musik dan jenis huruf dalam pelaksanaan proses mixing.

TUGAS DAN PERAN FLOOR DIRECTOR DALAM TAHAP-TAHAP PRODUKSI

Floor Director merupakan pimpinan alias bos di studio, di beberapa stasiun televisi dan production house, Floor Director biasa juga disebut sebagai Floor Manager. Floor Director adalah kepanjangan tangan dari Pengarah acara. Floor Director mendengarkan perintah PA melalui sistem komunikasi intercom dari control room. Ibarat anggota tubuh, seorang FD menjadi telinga, mata, dan mulut seorang PA. Tugas utama seorang Floor Director adalah berkomunikasi dengan talent/pengisi acara. Dalam acara siaran langsung di studio, FD memiliki otoritas terakhir.

Sebelum produksi dimulai alias di pra produksi, seorang Floor Director harus memahami rundown terlebih dahulu. Jika ada perubahan dalam rundown, maka sebagai pemimpin di studio, FD harus segera mengkomunikasikannya dengan seluruh kru yang ada di studio. Juga jika ada perubahan yang melibatkan pengisi acara misalnya, maka FD secepat mungkin memberitahukan pada pengisi acara tersebut. Andrew Utterback dalam bukunya Studio-Based Television Production and Directing, menyarankan agar seorang FD memiliki semua pengetahuan hal teknis yang ada di studio, karena jika diperlukan FD bisa ”menggantikan” posisi tersebut.

FD dengan Crew di Studio

Komunikasi antar FD dan talent harus terjalin sejak sebelum produksi dan ketika produksi itu berlangsung. Misalnya ketika talent sudah berada di posisi yang baik, FD harus meyakinkan bahwa posisi clip on yang dikenakan talent sudah terpasang dengan baik. Atau ketika pengisi acara ”salah melihat kamera” maka FD harus segera memberitahukan talent tersebut untuk melihat ke arah kamera yang diinginkan. FD harus berperan aktif agar pengisi acara merasa nyaman dan akhirnya terlihat baik ketika berinteraksi dengan kamera. Ketika talent sudah berada pada blocking set, FD selalu berkomunikasi dengan crew yang ada di studio jika misalnya ada perubahan blocking pada talent.

Jika pada saat produksi belum berlangsung, FD bisa memberikan arahan dengan bahasa verbal, maka tidak halnya ketika produksi berlangsung. FD memberitahukan semua perintahnya dengan cue alias tanda. Memberitahu tanda atau isyarat pada para pemain dan kru di studio harus dilakukan seefisien mungkin, sehingga talent dan juga crew faham betul dengan isyarat yang diberikan FD.

Command Hand

Bahasa non verbal, seperti isyarat tangan, banyak dilakukan oleh Floor Director untuk memberi isyarat, baik pada crew yang ada di studio maupun pada para pengisi acara atau talent. Command hand sudah sangat lazim dipergunakan dalam produksi acara televisi di studio, bahkan command hand sudah menjadi kesepakatan umum di stasiun televisi mana saja.

Berikut peran floor director dalam tahap-tahap produksi variety show :

  1. Tahap Pra Produksi

1).Mengikuti setiap pertemuan sehingga paham naskah dan rundown acara

2). Selalu berkomunikasi dengan Pengarah Acara terhadap perubahan naskah.

3). Menjalin komunikasi dengan talent ( mengikuti latihan yang dilakukan PA dengan talent pada saat pra produksi )

  1. Setup dan Rehearsal

1). Bertanggungjawab penuh terhadap kegiatan di studio

2). Bertindak selaku pengarah acara ( melihat dan mendengar ) apa yang terjadi di lantai studio saat latihan maupun produksi

3). Melanjutkan aba-aba ke pengisi acara yang datangnya dari pengarah acara

4). Bertanggungjawab terhadap properti dan kostum selama latihan

5). Mencatat dan mengatur rundown acara

3. produksi

1). Bertanggungjawab penuh terhadap kegiatan di studio

2). Bertindak selaku pengarah acara ( melihat dan mendengar ) apa yang terjadi di lantai studio saat latihan maupun produksi

3). Melanjutkan aba-aba ke pengisi acara yang datangnya dari pengarah acara

4). Mencatat dan mengatur rundown acara

Kesimpulan

Janganlah puas dengan predikat Pengarah Acara apabila belum mampu membuat suatu acara yang bisa dipahami oleh orang buta dan orang tuli. Seorang PA seharusnya mampu menyampaikan isi pesan acara itu melalui visualisasi untuk orang tuli, dan menyampaikan isi pesan dalam bentuk suara buat orang yang buta. Karena Televisi adalah media Audio Visual maka singkronisasi antara keduanya haruslah menjadi perhatian seorang Pengarah Acara.

Daftar Pustaka dan Refrensi

  1. S.H Sukanto, “PROSES PRODUKSI TELEVISI DAN PERAN PENGARAH ACARA “ : Fakultas Film & TV Institut Kesenian Jakarta, 1994.
  2. http://bahanskripsi.com/index.php/download-skripsi-full-content-gratis/98-skripsi-lengkap-jurusan-informatika/180-fungsi-pengarah-acara-dalam-produksi-acara-televisi.html
  3. Http://edwi.dosen.upnyk.ac.id
  4. Website pusat pengembangan bahan ajar-UMB, Drs. Joni Arman. News&Cuurent Affair Production
  5. Website pusat pengembangan bahan ajar-UMB, Drs. Morissen SH, MA. Programming Televisi.
  6. www. Dikiumbara.wordpress.com
About these ads

5 Komentar (+add yours?)

  1. Vera Nurjayanti
    Okt 30, 2011 @ 03:58:45

    makasih yaaaaaaaaaaaaa…. atas infonya

    Balas

  2. chareta
    Mar 07, 2013 @ 03:54:31

    kak kasi contoh bikin treatment variety show dong

    Balas

    • mimpinda
      Jun 28, 2013 @ 03:55:24

      eh maaf baru lihat lagi. btw, itu laptop rusak, data2nya blm diambil. klo sudah dapat, nanti diposting. thanks ya Chareta :)

      Balas

  3. suep
    Jun 25, 2013 @ 02:17:04

    ihi vera, kok cakep sih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: